Web Design

product 1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Quisque nec dictum tortor.

Multimedia

product 1

Proin eleifend quam eu purus aliquet scelerisque. Sed non nibh a urna tristique vestibulum.

Customizations

product 1

Morbi suscipit, nisl eget porttitor hendrerit, arcu sapien cursus enim, id luctus felis metus urna.

Download

Pages

Sample Text

Hanya Informasi Dan Ilmu Terbaik Yang Ada Di Sini

Diberdayakan oleh Blogger.

Member on Facebook

Popular Posts

Arsip Blog

Followers

Label

Alexa70


1. Kuliah karena terpaksa
Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.


2. Salah jurusan
Kalah dalam persaingan SPMB/UM PTN/PTS yang memiliki jurusan-jurusan favorit, menyebabkan banyak mahasiswa memilih jurusan lain (yang tidak diminati) sebagai pelarian ketika tidak diterima. Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa kuliah meski jurusan itu bukan yang diminati.

3. Terlalu menikmati kebebasan karena jauh dari ortu
Anak Mami kalau kita sering sebut, terkadang juga menjadi faktor kuliah lama. Rendahnya pengawasan dari orang tua (jauh dari ortu) terkadang kebebasan itu dimanfaatkan secara berlebihan. Kerjanya maen, pacaran, begadang tiap malam, nongkrong sana-sini dan lain-lainnya.

4. Sibuk mengikuti organisasi kemahasiswaan ataupun Ormas
Tingkat Intelegency Emotional (IE) yang lebih besar daripada IQ mendorong mahasiswa untuk lebih senang berorganisasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan melakukan kegiatan-kegiatan atau bergabung dengan Ormas daripada belajar. Kesibukannya itu terkadang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan juga waktu sehingga kuliah terabaikan dan bukan prioritas lagi.

5. Menekuni hobi secara berlebihan
Soft Skill yang dimiliki mahasiswa mendorong untuk menjadi hobi. Hobi kalau dilakukan secara wajar itu baik, tapi kalau berlebihan, pasti mengganggu kegiatan lainnya. Beberapa hobi seorang mahasiswa antara lain: ngegame, ngeband, billiard, Playstation, ngenet, Futsal, dll.

6. Bisa mendapatkan uang sendiri (kerja)
Kerja terkadang dibutuhkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu ataupun untuk menambah uang saku. Tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang terlena dengan pekerjaannya itu. Alasannya simple, ujung akhir dari kuliah adalah mendapat gelar sarjana yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari kerja sehingga menghasilkan uang. kalau kuliah saja sudah bisa punya uang sendiri, kenapa harus buru-buru lulus??? Makanya mereka lebih senang kerja daripada ngurusin kuliahnya.

7. Tidak adanya jaminan kerja setelah lulus
Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka lebih milih lama kuliah daripada lama nganggur. Prinsipnya : Rezeki itu sudah ada yang ngatur, dan kalau sudah rejeki, gak bakal kemana. Jadi, buat apa cepat-cepat lulus kalau ujung-ujungnya nganggur???? Yang sudah sarjana saja banyak yang nganggur kok.
10. California Institute of Technology (Caltech)

Universitas ini merupakan salah satu universitas paling terkemuka dalam riset. Caltech mempertahankan penekanan kuat dalam ilmu alam dan teknik. Caltech memiliki dan mengoperasikan kompleks penerbangan luar angkasa "autonomous" yang memimpin di dunia dikenal dengan Jet Propulsion Laboratory. JPS mengamati desain dan operasi dari banyak penjajakan luar angkasa NASA; tidak seperti "National Laboratories" (Laboratorium Nasional AS) dan Pusat Luar Angkasa NASA lainnya, fasilitas JPS hanya dalam kontrak ke pemerintah.
9. Massachusetts Institute of Technology (MIT), United States

MIT merupakan pemimpin dalam sains dan teknologi, dan juga banyak bidang lainnya, termasuk manajemen, ekonomi, linguistik, ilmu politik, dan filosofi. Departemen dan sekolah yang paling terkenal adalah Lincoln Laboratory, Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory, Media Lab, Whitehead Institute dan Sloan School of Management. 59 dari anggota sekarang atau dahulu dari komunitas MIT telah memenangkan Penghargaan Nobel.

8. Princeton University, United States

Universitas Princeton, terletak di Princeton, New Jersey, adalah institusi pendidikan tinggi tertua keempat di Amerika Serikat. Salah satu universitas terkemuka di negara tersebut, Princeton memiliki bidang arsitektur, teknik, dan urusan internasional dan publik baik prasarjana maupun sarjana yang terkenal. Riset dijalankan di banyak bidang, termasuk fisika plasma dan propulsi jet. Universitas ini berhubungan dengan Brookhaven National Laboratories.
Perpustakaan Harvey S. Firestone Library (dibuka 1948) dan museum seni menyimpan koleksi yang luar biasa. Dia didirikan sebagai College of New Jersey pada 1746, dan awalnya terletak di Elizabeth, New Jersey. Sekolah ini kemudian pindah ke Princeton pada 1756, masih dengan nama awalnya. Namanya kemudian resmi diganti "Princeton University" pada 1896.

7. University of Chicago, United States

The University of Chicago atau Universitas Chicago (biasanya disebut sebagai Chicago atau UChicago) adalah sebuah universitas swasta, yang fokus pada penelitian coeducational dan terletak di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Universitas Chicago didirikan oleh pengusaha minyak dermawan bernama John D. Rockefeller pada tahun 1890; William Rainey Harper menjadi presiden atau rektor pertama pada tahun 1891 dan kelas-kelas pertama diadakan pada tahun 1892.

6. University of OXFORD, United Kingdom

Universitas Oxford adalah perguruan tinggi tertua berbahasa Inggris yang berlokasi di kota Oxford, Inggris.[4] Sejarah universitas ini dapat ditelusuri paling tidak mulai akhir abad ke-11, walaupun tanggal tepat pendiriannya tetap tak jelas. Menurut legenda, setelah pecahnya kerusuhan antara mahasiswa dan penduduk kota pada tahun 1209, beberapa akademisi Oxford melarikan diri ke timur laut, ke kota Cambridge, dan mendirikan Universitas Cambridge. Kedua universitas ini sejak itu telah saling bersaing satu sama lain, dan merupakan perguruan tinggi paling selektif di Britania Raya.

5. Imperial College London

Imperial College London, peringkat universitas terbaik kelima di dunia untuk 2009. Imperial College London adalah beasiswa universitas kelas dunia, pendidikan dan penelitian di bidang ilmu pengetahuan, teknik dan kedokteran, khususnya berkaitan dengan aplikasi mereka di industri, perdagangan dan kesehatan. College ini memiliki lebih dari 3.000 staf akademik dan penelitian dan hampir 14.000 siswa dari lebih 120 negara yang berbeda.

4. UCL (University College London)

UCL (University College London) peringkat universitas terbaik keempat di Peringkat Universitas Dunia 2009. UCL adalah universitas multidisiplin dengan reputasi internasional untuk kualitas penelitian dan pengajaran di seluruh spektrum akademik, dengan mata pelajaran mencakup ilmu-ilmu, seni, ilmu sosial dan biomedis. Pada tahun 2008 Research Assessment Exercise (RAE) UCL dinilai universitas penelitian terbaik di London, dan ketiga di Inggris secara keseluruhan, untuk jumlah pengiriman yang yang dianggap kualitas terdepan di dunia. Universitas ini terletak di sebuah situs kompak di jantung kota London dan dikelilingi oleh konsentrasi terbesar perpustakaan, museum, arsip, lembaga budaya dan badan-badan profesional di Eropa.

3. Yale University, United States

Universitas Yale dinilai sebagai universitas terbaik ketiga di Dunia Peringkat Universitas 2009. Yale University adalah salah satu sekolah yang paling terkenal di Amerika Serikat, dengan sejarah panjang layanan dan daftar alumni yang berbunyi seperti "Who's Who" dari orang-orang sukses. Universitas Yale adalah pemenuhan visi Eropa kebebasan intelektual yang bertujuan melayani masyarakat dan negara. Ini telah memperjuangkan sepanjang sejarah dan selamat dari bencana yang paling merusak seperti Revolusi Amerika. Sejak itu, universitas telah terus tumbuh dan berkembang menjadi pusat pendidikan berkualitas tinggi yang diakui oleh masyarakat global. Universitas ini dianggap sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada 1701 dan merupakan anggota kebanggaan Liga Ivy yang bergengsi.

2. University of Cambridge, United Kingdom

Universitas Cambridge dinilai yang terbaik kedua di Peringkat Universitas Dunia 2009. Universitas Cambridge adalah salah satu universitas tertua di dunia dan salah satu yang terbesar di Inggris. Reputasinya untuk prestasi akademis yang luar biasa dikenal di seluruh dunia dan mencerminkan pencapaian intelektual mahasiswa, serta penelitian asli kelas dunia yang dilakukan oleh staf Universitas dan Sekolah Tinggi. Reputasinya didukung oleh Quality Assurance Agency dan oleh peninjau eksternal lain belajar dan mengajar, seperti Penguji Eksternal. Standar-standar yang tinggi adalah hasil dari kedua kesempatan belajar yang ditawarkan di Cambridge dan sumber daya yang luas, termasuk perpustakaan, museum dan koleksi lainnya. Pengajaran terdiri tidak hanya dari kuliah, seminar dan kelas praktis dipimpin oleh orang-orang yang ahli di bidang dunia mereka, tetapi juga mengajar lebih personal diatur melalui Colleges. Banyak peluang bagi siswa untuk berinteraksi dengan ulama dari semua tingkatan, baik secara formal dan informal.

1. Harvard University, United States

Universitas Harvard dinilai sebagai universitas nomor satu di Peringkat Universitas Dunia 2009. Harvard adalah institusi Amerika tertua pendidikan tinggi, yang didirikan 140 tahun sebelum Deklarasi Kemerdekaan ditandatangani. Universitas telah berkembang dari sembilan siswa dengan master tunggal untuk Masuk lebih dari 18.000 kandidat derajat, termasuk mahasiswa dan siswa di 10 unit akademik utama. Sebuah tambahan 13.000 siswa yang terdaftar dalam program satu atau lebih di Harvard Extension School. Lebih dari 14.000 orang bekerja di Harvard, termasuk lebih dari 2.000 fakultas. Ada juga janji fakultas 7.000 mengajar di rumah sakit afiliasi.
Ilustrasi : Corbis
Ilustrasi : Corbis
MELBOURNE – Monash University merupakan sekolah bisnis terbaik di Australia yang menjadi pilihan CEO internasional dalam merekrut pekerja.
Menurut survei European Market Research, lulusan sekolah pascasarjana dari Monash University dinilai yang terbaik.

Dalam daftar peringkat, universitas yang berbasis di Melbourne ini ada di peringkat ke-47, di atas Australian National University (ANU) yang ada di peringkat ke-50. University of Sydney juga masuk di peringkat 57 diikuti University of New South Wales (73) serta Macquarie University (81).

Survei ini bertanya kepada para pemimpin perusahaan (CEO) dari Eropa, Brasil dan Amerika Serikat. Penilaian berupa skala, di mana lembaga dari negara responden diberikan nilai satu sementara lembaga dari benua lainnya diberikan nilai dua.

Secara keseluruhan, Amerika mendominasi daftar, di mana ada tujuh universitas di Negeri Paman Sam tersebut dalam daftar 10 besar. Kampus ternama, seperti Harvard, Stanford dan Yale ada di dalam tiga besar.

Sebanyak 57 lembaga pendidikan Amerika, 15 lembaga pendidikan Inggris, dan 11 lembaga pendidikan Prancis dinilai para CEO. Sementara perguruan tinggi dari negara Eropa lainnya yang dinilai sebanyak 31 buah. Kanada, yang pada umumnya selevel dengan Australia memiliki enam perguruan tinggi yang dinilai.

Selain itu, negara berkembang juga ikut dalam penilaian. Negara berkembang yang perguruan tingginya dinilai adalah China (4), Brasil (1) dan Afrika Selatan (2). Demikian seperti dikutip dari The Australian, Rabu (26/10/2011).

Menanggapi hasil ini, Monash University menyambut berita ini dengan baik. Pasalnya, peringkat dibuat berdasarkan reputasi. Persepsi sekolah pascasarjana sebagai kampus penelitian semakin diperkuat setelah bekas dekan sekolah pascasarjana Monash, Stephen King mengundurkan diri untuk menjadi peneliti sepenuhnya. Apalagi bulan lalu, rival Monash, Melbourne Business School dinobatkan sebagai kampus terbaik dalam peringkat yang disusun majalah lokal.

Hal ini juga berdampak positif bagi ANU yang meluncurkan ekspansi besar dalam hal penelitian pada 2009. Ekspansi dilakukan Robert Widing menjadi Dekan Sekolah Pascasarjana Manajemen Macquarie pada tahun itu.
Ilustrasi : Corbis
Ilustrasi : Corbis
NEW YORK – Lulusan SMA di Kota New York, Amerika Serikat (AS) tidak siap untuk kuliah.
Data dari Laporan Perkembangan SMA (HSPR) menunjukkan, hanya seperempat siswa lulusan SMA asal Kota New York yang siap untuk mengikuti kursus perguruan tinggi yang biasanya berlangsung dua tahun.


HSPR juga menunjukkan, jumlah pelajar SMA asal New York yang terdaftar di perguruan tinggi dengan masa studi empat tahun, hanya kurang dari setengah populasi lulusan SMA. HSPR mengungkapkan, hanya sedikit siswa sekolah kota tersebut yang mendapat nilai A.
  HSPR membantu orangtua, guru, kepala sekolah, dan komunitas memahami kekuatan dan kelemahan sekolah. Laporan ini membuat derajat penilaian, yakni A, B, C, D, atau F. Porsi penilaian adalah perkembangan siswa (60 persen), prestasi siswa (25 persen), dan lingkungan sekolah (15 persen).

Menurut laporan New York Daily News, Rabu (26/10/2011), pejabat kota menyatakan, pelajar yang mendapatkan nilai A tahun ini, menurun sebesar lima persen. Penurunan terjadi karena standar kelulusan diperketat dan inisiatif untuk meningkatkan standar perguruan tinggi.

Tahun ini, sebesar 32,7 persen SMA di kota New York mendapatkan nilai A dan 31,6 persen sekolah mendapatkan nilai B. Sementara 24 persen sekolah mendapatkan nilai C, sebesar 8,2 persen sekolah menerima nilai D, dan sebesar 3,6 persen menerima nilai F.

Jumlah ini menurun dibandingkan tahun lalu. Pada 2010, sebesar 38,3 persen sekolah menerima nilai A, sebesar 29,7 persen sekolah menerima nilai B, sebesar 21,6 persen menerima nilai C, 6,9 persen sekolah menerima nilai D, serta 3,6 persen sekolah menerima nilai F.

Direktur Akademis New York, Shael Polakow-Suransky mengatakan, tes ini merupakan kesalahan. Pasalnya, tes hanya menilai tanpa mempertimbangkan tekanan yang diterima para siswa dan guru.

"Sampai Anda benar-benar bisa meminta mereka (anak-anak) untuk lebih sering menulis, berpikir lebih kritis, memecahkan masalah, dan membaca dengan lebih teliti, maka Anda tidak mengubah hal ini,” ujar Polakow-Suransky.

Selain laporan ini, negara bagian New York juga sedang membentuk kelompok baru yang bertugas memeriksa dan memperkuat tes standar negara bagian. Kelompok ini dibentuk setelah data nasional yang dirilis pada Agustus lalu menyatakan, hanya 25 persen peserta American College Testing (ACT) asal New York yang memenuhi standar kesiapan perguruan tinggi untuk pelajaran bahasa Inggris, matematika, membaca, dan ilmu pengetahuan. ACT adalah tes standar untuk pencapaian siswa SMA dan untuk tes masuk penerimaan perguruan tinggi di Amerika Serikat.